Sabtu, 27 Desember 2014

Pengantar Bisnis Informatika : SDM DAN ORGANISASI

Nama Anggota Kelompok :
  • Dwi Irfan Pambudi
  • Deni Angga
  • Devi Triana Arifin
  • Faizal Kurniawan
  • Prabu Randy Cintratama
  • Regie Imam Prabowo
  • Tri Ajeng Listiani
  • Wantarista Ade Wardana

   

BENTUK-BENTUK STRUKTUR ORGANISASI BADAN USAHA


    1.    Fungsional 

  • Orang-orang dikelompokkan ke dalam departemen – departemen menurut kesamaan keterampilan dan aktivitas-aktivitas kerja.
  • Organisasi fungsional adalah suatu organisasi dimana wewenang dari pimpinan tertinggi dilimpahkan kepada kepala bagian yang mempunyai jabatan fungsional untuk dikerjakan kepada para pelaksana yang mempunyai keahlian khusus. Struktur organisasi fungsional diciptakan oleh F.W.Taylor.

Ciri-ciri Fungsional :

  • Organisasi kecil
  • Di dalamnya terdapat kelompok-kelompok kerja staff ahli
  • Spesialisasi dalam pelaksanaan tugas
  • Target yang hendak dicapai jelas dan pasti
  • Pengawasan dilakukan secara ketat
  • Tidak menjamin adanya kesatuan perintah
  • Hemat waktu karena mengerjakan pekerjaan yang sama

Rancangan Struktur Fungsional


Keunggulan Fungsional :

  • Penggunaan sumberdaya yang efisien, skala ekonomis
  • Spesialisasi keterampilan yang mendalam dan pengembangan
  •   Kemajuan karier dalam departemen fungsional
  • Panduan dan pengendalian dari manajemen Puncak
  • Koordinasi yang luar biasa dalam fungsi-fungsi
  •   Pemecahan masalah teknikal yang berkualitas
Kelemahan Fungsional :

  • Komunikasi lintas departemen fungsional yang buruk
  • Tanggapan lambat yang diberikan pada perubahan lingkungan, ketinggalan inovasi
  • Keputusan terkonsentrasi pada hirarki puncak, menciptakan penundaan
  • Tanggung jawab bagi masalah yang muncul sulit ditunjukkan secara tepat
  • Pandangan terbatas mengenai sasaran organisasi dari pada karyawan
  • Pelatihan manajemen umum yang terbatas bagi karyawan

   2.  Divisional 


  • Departemen dikelompokkan ke dalam divisi mandiri terpisah berdasarkan pada kesamaan produk, program, atau daerah geografis. Perbedaan keterampilan merupakan dasar departementalisasi, dan bukannya kesamaan keterampilan
  • Contoh : www.heinz.com
Rancangan Struktur Divisional


Keunggulan Divisional :
  • Cepat tanggap, fleksibilitas pada lingkungan yang tidak stabil
  • Memperhatikan kebutuhan konsumen
  • Koordinasi yang luar biasa lintas departemen fungsional
  • Pembebanan tanggung jawab yang jelas bagi permasalahan produk
  • Penekanan terhadap keseluruhan produk dan tujuan divisional
  • Pengembangan keterampilan manajemen umum
Kelemahan Divisional :
  •  Duplikasi sumberdaya lintas divisi
  • Kurang pendalaman teknis dan spesialisasi dalam divisi-divisi
  • Koordinasi yang buruk lintas divisi
  • Kurangnya kendali sumberdaya menajemen puncak
  • Kompetesi untuk sumberdaya perusahaan 

   

   3.   Matriks 


  • lRanati komando divisional dan fungsional diimplementasikan secara simulatan dan membebani satu sama lainnya dalam departemen yang sama. Terdapat dua rantai komando, dan beberapa karyawan memberikan laporan pada dua bos.
  • Contoh : www.nasa.gov
Rancangan Struktur Matriks
Keunggulan Matriks :

  •  Penggunaan sumberdaya yang lebih efisien dibandingkan pada hirarki tunggal
  • Fleksibilitas dan adaptabilitas terhadap lingkungan yang terus berubah
  • Pengembangan keterampilan manajemen umum dan spesialis
  • Kerja sama interdisiplin, ketersediaan ahli untuk seluruh divisi
  • Pelebaran tugas-tugas bagi para karyawan
Kelemahan Matriks :

  • Penggunaan sumberdaya yang lebih efisien dibandingkan pada hirarki tunggal
  • Fleksibilitas dan adaptabilitas terhadap lingkungan yang terus berubah
  • Pengembangan keterampilan manajemen umum dan spesialis
  • Kerja sama interdisiplin, ketersediaan ahli untuk seluruh divisi
  • Pelebaran tugas-tugas bagi para karyawan

SISTEM PENGGAJIAN


Aspek Keuangan

Aspek keuangan merupakan aspek yang digunakan untuk menilai keuangan perusahaan secara keseluruhan. Aspek keuangan memberikan gambaran yang berkaitan dengan keuntungan perusahaan, sehingga merupakan salah satu aspek yang sangat penting untuk diteliti kelayakanya. 
Alat ukur untuk menentukan kelayakan suatu usaha berdasarkan kriteria investasi dapat dilakukan melalui pendekatan :
    - Payback Period (PP)
    - Average Rate of Return (ARR)
    - Net Present Value (NPV)
    - Internal Rate of Return (IRR)
    - Profitability Index (PI)
    - Break event point (BEP)

Secara keseluruhan, penilaian dalam aspek keuangan meliputi hal-hal seperti:
     - Sumber-sumber dana yang diperoleh.
     - Kebutuhan biaya investasi.
     - Estimasi pendapatan dan biaya investasi, termasuk jenis dan jumlah biaya selama umur investasi.
     - Proyek neraca dan laporan rugi laba
     - Kriteria penilaian investasi
     - Rasio keuangan untuk menilai kemampuan perusahaan.

·         Sumber dana
-          Modal asing (pinjaman)
o   Pinjaman dari dunia perbankan
o    Pinjaman dari lembaga keuangan lain
o   Pinjaman dari perusahaan non bank
-          Modal sendiri
o   Setoran dari pemegang saham
o   Dari cadangan laba
o   Laba yang belum dibagi

·         Biaya Kebutuhan Investasi
-          Biaya Pra-Investasi
o   Biaya pembuatan studi
o   Biaya pengurusan izin
-          Biaya aktiva tetap
o   Aktiva tetap berwujud        
-           Tanah                               
-           Mesin                               
-           Bangunan                        
-           Peralatan
-           Inventaris kantor
               
o   Aktiva tetap tidak berwujud
-          Hak cipta
-          Lisensi
-          Merek dagang

·         Biaya Kebutuhan Investasi
-          Biaya operasi
o   Upah dan gaji karyawan
o   Biaya listrik
o   Biaya telepon dan air
o   Biaya pemeliharaan
o   Pajak
o   Premi asuransi
o   Biaya pemasaran
o   Arus kas (Cash Flow)

-          Adalah jumlah uang yang masuk dan keluar dalam suatu perusahaan mulai dari investasi dilakukan sampai berakhirnya investasi tersebut.
·         Arus kas (Cash Flow) Adalah jumlah uang  yang masuk dan keluar dalam perusahaan mulai dari investasi dilakukan sampai berakhirnya investasi.
·         Payback Period (PP) Adalah metode penilaian terhadap jangka waktu pengembalian investasi suatu proyek atau usaha.
·         Average Rate of Return (ARR) Adalah cara mengukur rata-rata pengambilan bunga dengan cara membandingkan antara rata-rata laba sebelum pajak dengan rata-rata investasi.
·         Net Present Value (NPV) Adalah perbandingan antara PV kas bersih dengan PV investasi selama umur investasi.
·         Internal Rate of Return (IRR) Adalah alat untuk mengukur tingkat pengembalian hasil intern.
·         Profitability Index (PI) Merupakan rasio aktivitas dari jumlah nilai sekarang penerimaan bersih dengan nilai sekarang pengeluaran investasi selama umur investasi.
 
Standar Gaji Information Technology (IT)

· Country Manager, Standar gaji minimal Rp 75,000,000 maksimal Rp.150,000,000
· Sales Director, Standar gaji minimal Rp 50,000,000 maksimal Rp. 75,000,000
· Analyst Programmer, Standar gaji minimal Rp. 3,000,000 maksimal Rp.7,000,000
· Project Manager, Standar gaji minimal Rp 10,000,000 maksimal Rp.18,000,000
· System Network Administrator, Standar gaji minimal Rp 5,000,000 maksimal Rp.9,000,000
· IT Auditor, Standar gaji minimal Rp 4,000,000 maksimal Rp.12,000,000

Sumber :

Tidak ada komentar:

Posting Komentar